BeritaEkonomi

Dirjen Hubla Optimalkan Muatan Balik Tol Laut dari Papua

Redaksi Utama
14/03/2021, 02:29 WIB
Last Updated 2021-03-14T08:50:53Z

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Fakfak akan melakukan optimalisasi muatan balik Tol Laut tahun 2021 di wilayah tersebut.


Kepala Kantor KSOP Kelas IV Fakfak Faisal Fattah mengatakan, pihaknya melakukan Rapat Koordinasi (rakor) lintas sektoral bersama seluruh stakeholder pelabuhan Fakfak yang diharapkan dapat semakin mendongkrak muatan balik Tol Laut dari daerah tersebut.


Sebab menurutnya banyak potensi produk-produk lokal unggulan yang dapat menjadi komoditas untuk dikirim ke daerah lain.


"Harapan saya semoga dengan rakor ini bisa meningkatkan muatan balik Tol Laut dengan menggali potensi komoditas yang ada di Fakfak dan sekitarnya termasuk dari Bintuni dan Wahai yang akan melalukan pemuatan pala di pelabuhan Fakfak," ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (13/3).


Faisal menjelaskan, keberadaan Tol Laut tidak hanya bertujuan untuk menekan disparitas harga antar daerah, namun juga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.


Namun hal tersebut dapat dicapai jika muatan balik Tol Laut dapat dioptimalkan sehingga produk-produk lokal bisa terkirim ke pasar yang lebih jauh dan menguntungkan.


Dia melanjutkan, optimalisasi muatan balik Tol Laut ini dapat menjadi sarana perbaikan perekonomian dan penghasilan masyarakat.


Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengajak dan mendorong bahkan memfasilitasi masyarakat yang akan memanfaatkan Tol Laut untuk mengirimkan produk mereka.


Produk-produk lokal tersebut nantinya dikirim ke Pulau Jawa melalui Surabaya sesuai tujuan kapal Tol Laut dari Fakfak ke Surabaya.


"Selain pala, produk unggulan dari sini adalah Ikan Beku dan Telur Ikan Terbang," ungkap Faisal


"Semoga muatan balik dapat berjalan optimal sesuai dengan yang diharapkan dan dapat membantu perekonomian masyarakat Fakfak," lanjutnya.

TrendingMore